ANALISIS JINAS DALAM SURAT AN-NAML DAN AL-AHZAB

ANALISIS JINAS DALAM SURAT AN-NAML DAN AL-AHZAB

Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab

ANALISIS JINAS DALAM SURAT AN-NAML DAN AL-AHZAB

SURAT AN-NAML

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa arab adalah bahasa yang dipakai dalam penulisan al-qur’an hadis sebagai sumber pokok ajaran agama islam. Akan tetapi sebagai sebuah kitab sastra yang bernilai sangat tinggi, banyak kita temukan berbagai lafal-lafal dengan menggunakan susunan kata yang mengandung nilai-nilai keindahan dan kedalaman makna tertentu. Sehingga bahasa al-qur’an dan hadis tersebut menarik untuk kita pelajari keindahannya.

Ilmu balaghah adalah bidang ilmu yang mempelajari keindahan bahasa yang ada dalam bahasa arab selain itu ilmu Balaghah juga merupakan suatu disiplin ilmu yang berlandaskan kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar diantara macam-macam uslub ( Jarim dan Mustafa, 2004: 6). Dalam kajiannya ilmu balaghah memiliki tiga macam :

-Ilmu Ma’ani adalah ilmu yang membantu pengungkapan suatu kalimat agar cocok dengan tuntutan keadaan, dengan mencakup salah satu tujuan balaghah yang dapat diketahui melalui rangkaian kalimatnya dan qarinah-qarinah yang meliputinya.

-Ilmu bayan adalah Ilmu Bayan adalah suatu sarana untuk mengungkapkan suatu makna dengan berbagai uslub (ungkapan) dengan tasybih, majaz, atau kinayah.

-Ilmu Badi’, yaitu ilmu yang mencakup keindahan-keindahan lafaz dan keindahan-keindahan makna.

Dipilihnya surat An-Naml dan Al-Ahzab dalam penelitian ini karena menurut peneliti didalamnya terdapat bentuk jinas yang menjadi salah satu cabang dari ilmu badi lafdzi. Namun disini penulis tidak akan meneliti secara kesluruhan surat, akan tetapi hanya menyebutkan salah satu satu ayat dari surat-surat tersebut.

 1.2 Identifkasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam makalah Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab ini adalah adanya keindahan-keindahan lafzhi bentuk Jinas dalam surat An-Naml dan Al-Ahzab.

1.3 Tujuan Penelitian
Setiap melakukan pekerjaan, seseorang pasti mempunyai tujuan yang akan dicapainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya bentuk jinas pada surat An-Naml dan Al-Ahzab.

1.4 Landasan Teori
Dalam melakukan penelitan diperlukan sebuah landasan untuk dapat mencapai apa yang dituju. Teori merupakan sebuah aturan (tuntunan kerja) untuk melakukan sesuatu (Sangidu, 2005: 13). Dalam penelitian ini, peneliti mengkaji tentang jinas dalam surat An-Naml dan Al-Ahzab.
Analisis tentang jinas merupakan bagian dari ilmu balaghah. Balaghah adalah suatu disiplin ilmu yang berlandaskan kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar diantara macam-macam uslub ( Jarim dan Mustafa, 2004: 6).

Penelitian ini menganalisis mengenai Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab. Jinas adalah kemiripan pengungkapan dua lafaz yang berbeda artinya. Jinas dibagi dua macam:

  1. Jinas tam, yaitu kemiripan dua kata dalam empat hal, hurufnya, syakalnya, jumlahnya dan urutannya.
    2. Jinas ghair tam, yaitu perbedaan dua kata dalam salah satu dari empat hal tersebut (Jarim dan Mustafa, 2004:379).

1.5 Metode dan Teknik
Metode menyangkut masalah cara kerja, yaitu cara kerja untuk dapat memahami objek ilmu yang bersangkutan (Mastoyo, 2007: 1). Dalam penelitian ini terdapat dua macam objek, yaitu objek formal dan objek material. Objek materialnya adalah surat An-Naml dan Al-Ahzab, sedangkan objek formalnya adalah jinas dalam surat An-Naml dan Al-Ahzab.
Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data, analisis data dan pemaparan hasil analisis data.

BAB II
ANALISIS JINAS DALAM SURAT AN-NAML DAN AL-AHZAB

Ayat-ayat Al Qur’an yang sangat indah dan sangat sarat akan makna tidaklah mudah untuk ditafsirkan. Al Qur’an merupakan mu’jizat terindah dan teragung yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW. Kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam ini mempunyai keindahan-keindahan irama atau lafaz di dalamnya. Salah satunya adalah jinas.
Pada Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab ini, peneliti akan membahas ada tidaknya jinas dalam surat An-Naml Dan Al-Ahzab.

Baca Juga :   Ayat Mengenai Doa Ashabul Kahfi Dalam Al-Quran

2.1 Surat An-Naml dan Al-Ahzab beserta Terjemahannya
2.1.1 Surat Al –Ahzab dan teremahannya

وإذ تقول للذي أنعم الله عليه وأنعمت عليه أمسك عليك زوجك واتق الله وتخفي في نفسك ما الله مبديه وتخشى الناس والله أحق أن تخشاه فلما قضى زيد منها وطرا زوجناكها لكي لا يكون على المؤمنين حرج في أزواج أدعيائهم إذا قضوا منهن وطرا وكان أمر الله مفعولا (الاحزاب : 37)

Artinya : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.

2.1.2 Surat An-Naml dan terjemahannya

فمكث غير بعيد فقال أحطت بما لم تحط به وجئتك من سبإ بنبإ يقين (النمل :22)

Artinya : Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini,

2.2 Analisis jinas dalam surat An-Naml dan Al-Ahzab
Berdasarkan identifikasi data yang telah dilakukan, peneliti menemukan adanya jinas dalam surat An-Naml dan Al-Ahzab di atas. Berikut Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab :

Pada surat Al-Ahzab di atas terdapat kata  تخشى   diulang dua kali, yang maknanya adalah takut yang pertama dan yang kedua ini mempunyai kemiripan yang sempurna baik dalam hurufnya (ta, kho, sya dan alif), syakalnya (fatah, sukun, fatah dan sukun), jumlahnya (empat huruf) maupun urutanya ( baik hurufnya atau syakalnya) sedangkan maknanya berbeda, kalau yang pertamatakutnya dilarang sedangkan yang kedua takutnya dperntah. Jika dilihat pada teori yang ada kata تخشى tersebut dalam kajian ilmu badi’ disebut jinas tam.

.

Pada surat an-naml diatas terdapat Dua lafal yang serupa dalam pelafalannya yaitu lafal سبإ (sabain) dan نبإ. Lafadz سبإ berarti kaum saba dan lafadz نبإ berarti berita.” Kedua kata tersebut bermiripan tetapai berbeda pada salah satu dari keempat hal, yaitu hurufnya. Pada ayat pertama didapatkan huruf dad, ba’, kha’, alif dan pada ayat kedua didapatka huruf Qa, dal, kha’, alif sedangkan syakal (fathah, sukun dan fathahtain), jumlah (tiga huruf) dan urutan syakalnya sama (fathah, sukun kemudian fathahtain) Berdasarkan teori, ini menunjukkan adanya bentuk jinas ghair tam atau biasa disebut jinas naqis, yaitu kemiripan yang tak sempurna pada salah satu dari keempat segi kemiripannya.

BAB III
KESIMPULAN

Setelah penelitian tentang Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab selesai, maka dapat disimpulkan bahwa jinas merupakan harmonisasi bunyi, bukan makna. Jinas tam maupun jinas ghair tam, keduanya hanya bermuara pada keharmonisan artikulasi bunyi, tanpa disertai kesamaan makna.

 

DAFTAR PURSTAKA

Al-qur’an digital versi. 3

Idris, Mardjoko, Ilmu Balaghah, Yogyakarta : Teras, 2007

Jarim, Ali dan Musthafa usman. 2002. Terjemah Al-Balaaghotul Wadhihah oleh mujiyo Nurkholis, dkk . Sinar Baru Algensindi: Bandung.

  1. Al Qur’an dan Terjemahnya. Madinah Al Munawwarah.

Demikian sekilas tentang Analisis Jinas Dalam Surat An-Naml Dan Al-Ahzab, semoga bermanfaat.

Advertisement
ANALISIS JINAS DALAM SURAT AN-NAML DAN AL-AHZAB | sadunku | 4.5

Tinggalkan Komentar atau Tanya Disini: