Kaidah Ilmu Nahwu Bab Naat Lengkap Dengan Contohnya

Materi Ilmu Nahwu Bab Naat Bahasa Arab

Ilmu Nahwu Bab Naat – Kaidah ilmu nahwu yang akan dibahas kali ini adalah na’at atau sifat, dimana ia adalah bagian ke 7 yang termasuk salahsatu bagian dari kalimat isim yang dira’fakan. Na’at adalah kata sifat sehingga untuk lebih mudah memahaminya maka asumsikan bahwa ia adalah setiap kata sifat.

Pelajari kaidah sebelumnya : Zhanna Dan Saudaranya

Kaidah Ilmu Nahwu Bab Na'at

Kaidah Nahwu Bab Na’at

Pembagian Na’at dan Pengertiannya

  • Na’at Hakiki

Pengertian na’at hakiki adalah :

مَا رَفَعَ اسْمًا ضَمِيْرًا مُسْتَتِيْرًا يَعُوْدُ اِلَى المَنْعُوْتِ

Artinya : Sifat yang merafa’kan isim dhomir yang mustatir (tersembunyi) yang kembali itu dhomir pada man’utnya (yang disifati).

Contoh :

قَامَ زَيْدٌ العَاقِلُ = Zaid yang berakal telah berdiri

Yang menjadi contohnya adalah kata العَاقِلُ dimana setelah lafadz العَاقِلُ ini sebenarnya ada dhomir yang tersembunyi yaitu dhomir هُوَ, dan dhomir tersebut kembali pada kata زَيْدٌ yang menjadi man’utnya (yang disifati). Jadi, jika ditampakan semuanya maka contohnya akan menjadi seperti ini :

قَامَ زَيْدٌ العَاقِلُ هُوَ

Sifat hakiki mengharuskan sebuah syarat, dimana syarat tersebut harus sesuai 4 syarat dari 10 hal. Adapun syarat tersebut ialah sebagai berikut :

  1. Harus sesuai dalam hal i’rabnya (رفع + نصب + خفض)
  2. Harus sesuai dalam hal ma’rifat dan nakirohnya.
  3. Harus sesuai antara mufrod, tasniyah atau jamaknya.
  4. Harus sesuai antara mudzakar dan muannatsnya.

Jadi, jika sobat ingin memuat sifat hakiki dalam bahasa arab maka harus sesuai 4 hal di atas.

  •  Na’at Sababi
Baca Juga :   Lafadz Yang Dinashabkan Dengan Fathah

Pengertian na’at sababi adalah :

مَا رَفَعَ اسْمًا ظَاهِرًا فِيْهِ ضَمِيْرٌ يَعُوْدُ اِلَى المَنْعُوْتِ

Sifat yang merafa’kan isim dohir (tampak) dimana pada isim dohir tersebut terdapat isim domir yang kembali pada man’utnya.

Contoh :

جَاءَ زَيْدَانِ العَاقِلُ اَبُوْهُمَا = Zaid, yang masing-masing kedua bapaknya berakal, telah datang.

Yang menjadi contohnya adalah lafadz العَاقِلُ dimana ia merafa’kan isim dohir lafadz اَبُوْ, dan pada lafadz اَبُوْ tersebut terdapat isim dhomir yaitu هُمَا yang kembali kepada man’utnya yaitu lafadz زَيْدَانِ.

Adapun syarat dari sifat sababi ialah harus sesuai 2 syarat dari 5 hal.

  1. Harus sesuai dalam hal i’rabnya (رفع + نصب + خفض)
  2. Harus sesuai dalam hal ma’rifat dan nakirohnya.

Demikin pembahasan ilmu nahwu bab naat yang bisa dibahas disini, semoga bisa dengan mudah untuk difahami. Jika ada pertanyakan silahkan tulis pada kolom komentar di bawah atau pada Fp Facebook disamping. Semoga bermanfa’at, .

Yang dicari:

Advertisement
Kaidah Ilmu Nahwu Bab Naat Lengkap Dengan Contohnya | sadunku | 4.5

Tinggalkan Komentar atau Tanya Disini: