Khabar Muqaddam Dan Mubtada Muakhor

Definisi Khabar Muqaddam Dan Mubtada Muakhor Dalam ilmu Nahwu

Khabar Muqaddam dan Mubtada Muakhor – Dalam ilmu nahwu, ada yang disebut dengan istilah mubtada muakhor. Ini hanya sebutan saja karena pada dasarnya sama seperti mubtada pada umumnya hanya saja posisinya berada di akhir dimana  yanag namanya mubtada biasanya ditempatkan di awal, jadi hanya posisinya saja yang berbeda. Ini sama halnya dengan maf’ul muqaddam yang ditempatkan di awal (sebelum fiil dan fa’il) dimana biasanya yang namanya maf’ul terletak setelah fi’il dan fa’ilnya. Baca : Maful Muqaddam Dan Contohnya

Dari segi bahasa, arti kata “muakhor” adalah yang diakhirkan atau yang terakhir, maka yang dimaksud dengan mubtada muakhor adalah mubtada yang letaknya diakhir, ini diluar kebiasaannya dimana posisi asli dari mubtada sebenarnya adalah di awal. Hal ini tidak bertentangan dengan kaidah ilmu nahwu karena memang ada aturan atau kaidah yang mengaturnya seperti itu.

Baca Juga :   Apa Saja Lafadz Yang Dirafakan Dengan Wawu

Lihat juga : Pengertian Mubtada dan Khabar Beserta Contohnya

Namun, Jika kita ingin membuat susunan khabar muqaddam dan mubtada muakhor maka ada syaratnya yang harus terpenuhi, yaitu Khobar berupa syibhul jumlah (jar majrur + dzaraf) dan mubtada berbentuk ma’rifat. Contoh :

مُحَمَّدٌ فِى المَسْجِدِ / فِى المَسْجِدِ مُحَمَّدٌ

Muhammad di dalam mesjid / Di dalam mesjid ada muhammad

مُحَمَّدٌ = Isim ma’rifat (Mubtada). Lihat : Pengertian Isim Ma’rifat

فِى المَسْجِدِ = Syibhul jumlah jar + majrur (Khobar).

Demikianlah pembahasan singkat mengenai definisi khabar muqaddam dan mubtada muakhor dalam kaidah ilmu nahwu.

Advertisement
Khabar Muqaddam Dan Mubtada Muakhor | sadunku | 4.5

Tinggalkan Komentar atau Tanya Disini: