Lafadz Yang Dinashabkan Dengan Fathah

Lafadz Yang Dinashabkan Dengan Fathah

Lafadz Yang Dinashabkan Dengan Fathah – Pada tulisan-tulisan sebelumnya telah dibahas apa saja lafadz-lafadz yang dirafa’kan baik dengan dhammah, wawu, alif maupun nun. Bagi teman-teman yang ingin mempelajari lafadz yang dirafa’kan tersebut silahkan lihat pada kategori BAHASA ARAB.

Selanjutnya, kali ini kita akan membahas tetang pafadz-lafadz yang dinashabkan. Mengenai penjelasan apa itu yang dimaksud dengan nashab, silahkan baca : Irab Nashob

Fathah merupakan tanda i’rab nashab, Sebagaimana yang telah dijelskan pada tulisan sebelumnya tentangtanda i’rab nashab. Lalu, Apa saja lafadz yang dinashabkan dengan menggunakan fathah tersebut ? Berikut ulasannya :

  • Isim Mufrad, Contoh :

ضَرَبْتُ زَيْدًا = Aku telah memukul zaid.

Yang dinashabkan dengan fathah pada contoh di atas adalah kata “zaid”, kenapa disebut isim mufrad ? Silahkan baca : Pengertian Isim Mufrod Dan Contoh Kalimatnya

Jamak taksir, Contoh :

اِشْتَرَيْتُ كُتُبًا = Aku telah membeli beberapa buah kitab (buku).

Yang dinashabkan dengan fathahnya ialah kata “Kutuban”, Kenapa ini disebut jamak taksir ? Silahkan baca : Pengertian Jamak Taksir Dan Contohnya

Baca Juga :   20 Contoh Jamak Taksir Lengkap Dengan Bentuk Mufrod Dan Artinya

Fi’il Mudhari’, hanya saja fi’il mudharinya yang sudah kemasukan amil nawasib (amil yang menashabkan) dan huruf akhir fiil tersebut tidak bertemu dengan alif dhamir tatsiyah, wawu jamak, ya muannatsah mukhatabah dan nun taukid. Contoh :

لَنْ يَفْعَلَ

Contoh ini adalah lfdz yang dinashabkan dengan fathah. Kenapa disebut fiil mudhari ? Silahkan baca : Pengertian Fiil Mudhari Dan Contoh Bahasanya

Sampai disini pembahasan lafadz yang dinashabkan dengan fathah, semoga mudah untuk difahami. Semoga bermanfaat.

Baca Juga : Tanda-Tanda Irab Nashob Beserta Dengan Contohnya

Lafadz Yang Dinashabkan Dengan Fathah | sadunku | 4.5

Tinggalkan Komentar atau Tanya Disini: