Melihat Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw Dari Sisi Kemanusiaan

Memperingati Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw

Maulid Nabi Muhammad – Tepat pada hari ini, 12 Rabiul awal 1437 H yang bertepatan dengan tanggal 24 Desember 2015, sebagian umat muslim merayakan hari besar yaitu hari kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW, nabi akhir zaman, teladan yang baik bagi seluruh umat manusia, rahmatan lil ‘alamin, dimana akhlak Nabi Muhammad senantiasa selalu menjadi panutan bagisemua orang yang ingin mendapat kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Tulisan ini muncul atas dasar kesadaran pribadi bahwa kedatangan Nabi Muhammad ke dunia ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar dan tak ternilai harganya, sulit dibayangkan seandainya 14 abad yang lalu Allah SWT tidak menurunkan Nabi Muhammad ke dunia ini, bagaimana nasib umat manusia yang sudah sangat jauh dari nilai-nilai kemanusiaan pada saat itu, dengan datangnya Nabi Muhammad saja umat manusia sekarang sudah seperti ini apalagi jika Nabi tidak datang ???

Memperingati Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw

Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw

Masyarakat Indonesia mayoritas menyukai terhadap perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, termasuk di kalangan pejabat pemerintahan seperti yang dilakukan oleh presiden kita Jokowi-JK semalam di istana negara. Perayaan maulid yang banyak diperingati oleh masyarakat kita tidak terlepas dari kenyataan bahwa masyarakat kita adalah mayoritas warga Nahdlatul Ulama (NU). Dengan perayaan maulid nabi, semoga kita bisa lebih banyak lagi mencontoh akhlak Nabi Muhammad yang terpuji dan mempraktikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Disini saya tidak bermaksud membahas apakah perayaan maulid nabi itu boleh atau tidak, dimana sampai saat ini polemik tersebut selalu muncul ditengah-tengah masyarakat kita, karena saya bukan ahli hukum atau ahli agama sehingga saya tidak punya kapasitas untuk membahas itu. Menurut saya, jika anda suka dengan perayaan maulid Nabi Muhammah silahkan anda peringati, kalau tidak suka ya sudah tidak perlu merayakannya, satu hal yang paling penting menanggapi polemik tahunan tersebut adalah hendaknya kita senantiasa memelihara persatuan meskipun posisi kita berada pada pendapat yang berbeda, bukankah setiap umat islam itu adalah saudara ?

Baca Juga :   Sebab Kita Orang Melayu, Mesti Faham Bahasa Arab

Bagi saya pribadi, perayaan maulid Nabi Muhammad adalah sebuah ekspresi kebahagiaan dan penghormatan terhadap datangnya Nabi. Perayaan maulid nabi, menurut saya, adalah sebuah tradisi yang sifatnya manusiawi, bukanlah sebuah ritual sakral yang harus bahkan wajib dilaksanakan oleh umat islam, sehingga dasar pelaksanaannya pun adalah atas dasar kemanusiaan. Kita sering merayakan ulang tahun teman kita tanpa sepengetahuannya terlebih dahulu sehingga itu menjadi surprice bagi dirinya, hal tersebut tentu menjadi sebuah kebahagiaan dan penghormatan bagi yang ber-ulang tahun karena kita peduli dengan dia dan dia merasa dihargai keberadaannya. Kita tidak perlu dalil atau alasan kenapa kita harus merayakan ulang tahun teman kita tersebut, cukup rasa kebahagiaan dan penghormatan yang lahir secara manusiawi sebagai dasarnya.

Sekali lagi, saya tidak bermaksud menghakimi atas perayaan maulid Nabi Muhammad SAW apakah boleh diperingati atau tidak, hal tersebut saya kembalikan pada diri anda masing-masing, yang terpenting bagi kita sebagai umat islam adalah kita tetap merasa senang dan bahagia akan datangnya nabi Mihammad SAW, entah bagaimana pun cara mengekspresikannya, tergantung pada diri anda sendiri, dan perbedaan itu tidak melahirkan perpecahan diantara kita sebagai umat islam.

Advertisement
Melihat Hari Raya Maulid Nabi Muhammad Saw Dari Sisi Kemanusiaan | sadunku | 4.5

Tinggalkan Komentar atau Tanya Disini: