10 Contoh Fiil Mudhari Marfu Manshub Dan Majzum

Contoh Fiil Mudhari Marfu Manshub Dan Majzum

Fiil Mudhari Marfu Manshub Dan MajzumFi’il mudhari adalah bentuk fi’il atau kata kerja yang memiliki makna sedang atau akan berlangsungnya sebuah pekerjaan. Fi’il mudhari sendiri bisa ber-i’rab marfu’, manshub dan majzum, ia tidak akan menempati i’rab mahfudz karena i’rab mahfudz hanya untuk kalimat isim sebagaimana telah dibahas pada tulisan sebelumnya. Fi’il mudhari marfu akan ditandai dengan i’rab dhammah, manshub akan ditandai dengan i’rab fathah dan majzum akan ditandai dengan i’rab sukun.

Untuk masalah harakat tersebut sudah selesai dibahas pada tulisan-tulisan sebelumnya, jika sobat ingin mengetahui lebih jauh penjelasannya silahkan dilihat pada tulisan sebelumnya.

Contoh Fiil Mudhari Marfu Manshub Dan Majzum

Mudhari Marfu Manshub Dan Majzum

Berikut ini adalah contoh fiil mudhari marfu manshub dan majzum beserta artinya :

Contoh Fi’il Mudhari

Arti

Majzum

Manshub

Marfu

Menolong

لَمْ يَنْصُرْ

لَنْ يَنْصُرَ

يَنْصُرُ

Memukul

لَمْ يَضْرِبْ

لَنْ يَضْرِبَ

يَضْرِبُ

Membuka

لَمْ يَفْتَحْ

لَنْ يَفْتَحَ

يَفْتَحُ

Baik

لَمْ يَحْسُنْ

لَنْ يَحْسُنَ

يَحْسُنُ

Memulyakan

لَمْ يُكْرِمْ

لَنْ يُكْرِمَ

يُكْرِمُ

Berkumpul

لَمْ يَجْتَمِعْ

لَنْ يَجْتَمِعَ

يَجْتَمِعُ

Membunuh

لَمْ يُقَاتِلْ

لَنْ يُقَاتِلَ

يُقَاتِلُ

Membahagiakan

لَمْ يُفَرِّحْ

لَنْ يُفَرِّحَ

يُفَرِّحُ

Berbicara

لَمْ يَتَكَلَّمْ

لَنْ يَتَكَلَّمَ

يَتَكَلَّمُ

Menjauh

لَمْ يُبْعِدْ

لَنْ يُبْعِدَ

يُبْعِدُ

Pada dasarnya i’rab dari fi’il mudhari adalah marfu, jika dimasuki amil nawashib maka ia menjadi manshub dan jika dimasuki amil jawazim maka ia menjadi majzum.

Demikian 10 contoh fiil mudhari marfu manshub dan majzum beserta artinya yang bisa sobat pelajari. Semoga bermanfa’at, .

2 responses to “10 Contoh Fiil Mudhari Marfu Manshub Dan Majzum”

  1. Sifuandry says:

    Klw لم يكن itu termasuk mane.. Seadangkan barisnya lam yakuni di dalam al-quran. Dalam surah al bayyinah…?

  2. sadunku says:

    Asalnya dibaca lamyakun (nun dibaca sukun) yakni fiil mudhari yang dimasuki amil jawazim hanya saja disitu bertemu dua huruf sukun yakni nun dan alif pada lafadz setelahnya, menurut kaidah shorof hal itu (bertemu dua huruf sukun) tidak diperbolehkan maka huruf sebelumnya harus diberi harakat.
    Dalam kaidah shorof mengatakan “al harfu sakin idza hurika hurika bilkasri” artinya “Jika huruf sukun hendak diberi harakat maka ia harus diberi harakat kasrah” sehingga huruf nun pada lafadz لم يكن diberi harakat kasrah. Wallahu A’lam Bishawaab.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.