Latar Belakang Munculnya Kodifikasi Hadits

Definisi Kodifikasi Hadits

Kodifikasi Hadits | Pada awalnya hadits hanya mengandalkan kemampuan hafalan yang dimiliki oleh para sahabat Nabi. Orang arab dikenal sangat kuat dalam hafalannya sehingga mereka bisa menghafal ribuan hadits yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Namun lambat laun orang yang bisa mewarisi untuk menghafal hadits nabi menjadi semakin berkurang, hal tersebut menjadi salah satu pendorong dilakukannya kodifikasi.

Secara bahasa, kodifikasi sama dengan tadwin dalam bahasa arab yang berarti pembukun maka yang dimaksud kodifikasi hadits secara bahasa ialah pembukun hadits. Sedangkan menurut istilah yang dimaksud dengan kodifikasi ialah usaha untuk mengumpulkan dan menyusun hadits secara resmi atas dasar perintah khalifah yang melibatkan beberapa ahli hadits, bukan perorangan.

Baca Juga : Definisi Hadits Riwayah dan Dirayah

Latar Belakang Munculnya Kodifikasi Hadits

Latar Belakang Kodifikasi Hadits

Latar belakang Kodifikasi Hadits

Pada saat itu, daerah kekuasaan islam semakin meluas namun dilain pihak kemampuan para tabi’in dalam menghafal hadits tidak sama. Kemudian adanya gejolak politik yang sudah terjadi cukup lama mendesak sang khalifah Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz untuk mengambil sebuah tindakan guna menyelamatkan hadits dari kemusnahan dan pemalsuan.

Secara umum, setidaknya ada dua hal pokok atau alasan yang membuat sang khalifah melakukan kodifikasi terhadap hadits Nabi walau pun sebelumnya masih diperselisihkan antara boleh atau tidaknya.

Baca Juga :   Ibnu Athaillah : Biografi dan Karya-Karyanya

Pertama, Banyaknya para ulama penghafal hadits yang meningal di medan perang membuat sang khalifah khawatir akan hilangnya hadits Nabi. Kedua, Dengan semakin sedikitnya para penghafal hadits maka dikhawtirkan akan tercampur antara hadits-hadits yang shahih dan yang palsu.

Usaha untuk tadwin atau pembukuan hadits sebenarnya sudah dilakukan sejak awal zaman nabi masih hidup hanya saja waktu itu masih banyak perdebatan antara boleh dan tidaknya usaha untuk pembukuan hadits tersebut. Hal itu dibuktikan dengan adanya suhuf yang sudah ada sebelum adanya kodifikasi misalnya suhuf as-shadiqah karya Abdullah bin Amr bin As.Shahifah yang terdapat dalam kitab hadits yang berjudul MUSNAD karangan Ahmad Bin Hanbal.

Sungguh beruntung sekali kita sebagai umat akhir zaman masih bisa menikmati dan mempelajari kemudian mengamalkan apa yang menajdi peninggalan nabi yang menjadi petunjuk bagi kebahagiaan dan keselamatan umat manusia di dunia dan di akhirat. Demikin sedikit penjelasan mengenai Kodifikasi Hadits yang bisa disampaikan melalui tulisan singkat ini. Semoga bermanfaat.


Tinggalkan Komentar